Singapura versi DaengSituru

Alhamdulillah biar dari kampung saya juga sudah menginjak tanah Pulau Formosa alias Singapura. Tepatnya awal Desember 2009 lalu,saat mengikuti ajang Konvensi Mutu Indonesia di Batam. Dalam susunan acaranya dicantumkan Post Convention ke Singapore. Keren banget kan..?
Untuk sampai ke Singapura dari Batam lebih cepat naik Kapal Cepat, hanya 30 menit saja dari Batam. Dan ongkos hanya Rp. 250.000,- murah. Dan tidak perlu bayar visa kalau ada NPWP.

Sampai di Pelabuhan Internasional Singapura seakan akan kami masuk di Istana  Presiden. Penjagaan yang ketat, no camera apa pun alasannya, no cigarette from other countries (kalau ketahuan denda S$ 20,- per batang), dan tidak menerima kesalahan data di pasport. Bahkan salah satu peserta dari KPC harus pulang kembali ke Batam karena data di KTP dan Pasport beda. Saya saja kena introgasi karna sidik jari kelingking kiri saya tidak terbaca akibat saat pembuatan passport tangan saya diperban. No Excuse for mistake..!

Sekitar setengah jam tertahan di imigrasi, kami melanjutkan tour keliling kota. Tampak jauh skali perbedaan antara kota Singapura dengan kota kota besar di Indonesia. Tidak ada debu di jalan, tidak ada pengemis, tidak ada pedagang asongan, tidak ada area merokok bebas, dan tidak ada kelihatan polisi. Semua di kontrol melalui kamera cctv. Sedangkan untuk membayar tol saja pakai kartu. Bisa saja para masyarakat pengguna tol tidak membayar, tapi tunggu bulan depan anda akan didatangi oleh polisi lengkap dengan tagihan tol anda.

Sampai di rumah makan langsung cari smoking area dan ternyata tidak ada. Saya harus mencari area merokok di luar. Saya mendapati area merokok yang sangat simple, cuma sebuah asbak besar yang dikelilingi garis berwarna kuning ukuran 1×2 meter. Dan kata guide, merokok harus di dalam area tersebut.

Tatanan kota yang sangat teratur, bersih dan setiap jengkal tanah kosong diisi dengan berbagai tanaman. Kalo di Indonesia dapat Adipura terus nech. Hehehe..

Kami pun diajak keliling sampai di sebuah taman yang disebut “Taman Bercinta”. Di taman ini para pasangan kekasih bebas memadu kasih tanpa takut digrebek, karena taman ini memang sengaja diperuntukkan untuk para pasangan kekasih. Pemerintah Singapura berharap dengan adanya taman itu, mereka tidak lagi mendapati orang bermesraan di jalan apalagi sambil menyetir. Itu kata sang guide. Singapura juga terkenal karena kurangnya minat para penduduknya untuk menikah secara legal, mereka lebih mementingkan karir dari pada pernikahan.

Oh ya saya lupa, di Singapura terdapat banyak sekali taman bermain alias theme park. Salah satunya Pulau Sentosa yang terkenal dengan pertunjukan drama ” Song Of The Sea “. Pertunjukan di pinggir laut dengan teknik lighting yang memukau,serta setting tempat ala suku Bajo. Namun sayang tarian dan nyanyiannya merupakan hasil plagiat dari lagu lagu Indonesia. Saya sempat emosi dan berteriak ” plagiaaatt..!” but nobody hear me.

Ok kita lupakan itu, saatnya shoping di Orchard Road, jalan yang dipenuhi pusat perbelanjaan terkenal dan membentang sepanjang 3 km. Sungguh ramai sekali,apalagi saat itu adalah menanti christmas time.

Semalam di Singapura sungguh sangat memberi warna, penuh pesona dan warna. Tapi dibalik kekaguman saya terhadap negara itu, masih lebih besar kebangganku terhadap Indonesia.

Tulisan selanjutnya kita akan berada di negeri seribu pagoda dan negeri Rama Shinta.

Iklan

Tentang akhmadlaurski

seorang ayah dan seorang pekerja, love TUNER so much
Pos ini dipublikasikan di ceritaku, jalan jalan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s