RANAH 3 WARNA, kegigihan mencapai mimpi

Second review…!

RANAH 3 WARNA adalah buku kedua yang akan saya review, sekaligus buku kedua dari Trilogi NEGERI 5 MENARA karangan Ahmad Fuadi.

buku RANAH 3 WARNA

Alif Fikri telah tamat dari Pondok Madani tanpa selembar ijazah tetapi dengan segudang ilmu dan pengalaman, bahkan sambil bermimpi pun dia sudah bisa berbahasa Arab dan Inggris. Dan mimpi tertingginya yang semenjak dulu ingin menjadi Habibie, belajar teknologi di Bandung untuk kemudian merantau ke Amerika.

Semangatnya tinggi, sangat tinggi untuk kuliah secepat mungkin. Dan setelah dia pulang ke kampungnya bertemu teman kecilnya Randai, semangat itu tertepiskan.

“hmm.. kuliah di mana setelah pesantren..? apakah wa’ang bisa kuliah ilmu umum..? kan tidak ada ijazah SMA..? bagaimana bisa ikut UMPTN..?” pertanyaan Randai yang berentet membuat Alif terpengarah dan tak bisa berkata, terasa telak menusuk ubun ubunnya.

Kegalauan menyelimuti dirinya sampai akhirnya mendapatka inspirasi dari tim dinamit Denmark yang membuatnya kembali bersemangat, mendobrak rintangan. Setelah cukup kekuatannya berdiri untuk meraih impiannya, dia pun melanjutkan impiannya. Namun badai lain menggempur pertahanannya bergantian dan Alif mulai letih dan hamper saja menyerah.

Alif kemudian menyadari bahwa prinsip hidupnya selama di PM “man jadda wajada” tidak cukup baginya untuk melawan rintangannya dalam menggapai cita cita dan hidupnya. Alif pun teringat mantra sakti kedua yang dia dapatkan dari PM, ‘ man shabara zhafira” siapa yang bersabar akan beruntung. Kedua mantra inilah yang dia pakai untuk memenangkan hidup dan meraih cita citanya di langit menara masjid.

Hidupnya di Bandung pun tak kalah susahnya, menggantungkan hidup dari orang tua, membuat dia hidup prihatin. Tak kala ayahnya meninggal dunia, dia harus lebih berjuang bukan hanya untuk dirinya tetapi untuk emak dan adik adiknya di Maninjau.

Alif mengerjakan berbagai macam pekerjaan sampai akhirnya dia pun berhasil menjadi seorang penulis dan mendapat honor tetap dari Koran lokal. Alif pun mengikuti program pertukaran pelajar di Kanada, meraih impiannya menginjak tanah Christopus Columbus,menginjakkan kaki di negeri Timur Tengah Yordania sebelum ke Kanada, hidup berdampingan dengan teman teman dari penduduk lokal Kanada, membuat perayaan Kemerdekaan di Puncak Saint Raymond, belajar jadi penyiar acara berita TV, dan mendapat orang tua angkat sebaik Mado dan Ferdinand serta menjadi keluarga Lepine sejati.

Inilah 3 Ranah yang berbeda itu, 3 tanah yang berbeda benua, 3 negara lain kebiasaan dan Alif menginjakkan kakinya di 3 ranah tersebut.

Dalam buku ini pun diceritakan tentang nasib Sahibul Menara lainnya, bagaimana impian mereka tercapai dan bagaimana mereka bertemu kembali di tempat yang mereka impikan.

“MAN JADDA WAJADA, MAN SHABARA ZHAFIRA..”

Buku ketiga Trilogy Negeri 5 Menara akan direview setelah buku tersebut terbit

Tentang akhmadlaurski

seorang ayah dan seorang pekerja, love TUNER so much
Pos ini dipublikasikan di REVIEW BUKU dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s